Gaya Hidup Buruk yang Membahayakan Kesehatan Jantung

Penyumbatan arteri, irama jantung yang abnormal, kerusakan pada otot jantung, kelainan pada katup jantung, dll menjadi jenis-jenis penyakit jantung yang bisa berujung pada kematian. Ironisnya, penyakit jantung tidak hanya menyerang orang lanjut usia tetapi juga mereka yang masih berusia muda. Meningkatnya resiko terserang penyakit jantung di usia muda ditengarai oleh gaya hidup buruk selain karena faktor genetik. Di bawah ini gaya hidup buruk yang jika terus-menerus diterapkan dapat membahayakan kesehatan jantung:

Gemar makan jeroan

Jeroan memang nikmat disantap dengan berbagai olahan. Namun celakanya, terlalu berlebihan makan jeroan justru berdampak buruk terhadap kesehatan jantung. Jeroan masuk dalam daftar makanan dengan kandungan kolesterol yang tinggi. Ketika jeroan dimakan terlalu sering, lemak bakal menumpuk di dinding arteri sehingga mengakibatkan arteri tersumbat. Makanya, mulai sekarang tinggalkan gaya hidup Anda yang suka makan jeroan demi menjaga kesehatan jantung.

Konsumsi garam berlebih

Garam memang diperlukan tubuh lantaran kandungan natrium di dalamnya yang dapat menguatkan otot, menjaga keseimbangan cairan, dsb. Namun, tak boleh juga berlebihan mengkonsumsi garam. Batasan konsumsi garam per hari yang disarankan yakni 5 gram sehari atau setara dengan 1 sendok teh saja.

Menambahkan garam pada suatu masakan memang perlu. Pasalnya, masakan yang hambar tidak nikmat bahkan bisa menurunkan selera makan. Kendatipun begitu, berilah garam secukupnya saja. Pemberian garam berlebihan untuk menguatkan rasa pada masakan justru bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. Konsumsi garam berlebih mengakibatkan hipertensi yang pada akhirnya memicu stroke hingga serangan jantung.

Duduk terlalu lama

Orang yang tidak banyak bergerak atau lebih banyak duduk setiap harinya lebih rentan terserang penyakit jantung. Duduk dalam waktu lama memicu timbunan lemak dalam tubuh yang memicu obesitas karena proses metabolisme tubuh tidak berjalan optimal. Obesitas menjadi akan menjadi cikal bakal penyakit jantung selain diabetes. Bagaimana ketika pekerjaan yang menuntut untuk selalu duduk? Setiap berapa jam sekali, hendaknya berangkat dari kursi kerja untuk melakukan peregangan, jalan-jalan, atau kegiatan lainnya untuk menjaga kelancaran aliran darah.

Sering stres berlebihan

Jangan biarkan stres terlalu berlarut-larut! Pasalnya, stres yang terlampau berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah serta denyut jantung. Kondisi ini tentu saja akan mempengaruhi kesehatan jantung. Stres juga terkadang meningkatkan nafsu makan sehingga memicu obesitas yang juga menjadi pemicu penyakit jantung. Ketika mengalami stres, hendaknya segera melakukan relaksasi dengan mendengarkan musik favorit, meditasi, olahraga, atau lainnya, Kalau ada waktu, Anda bisa merencanakan waktu liburan ke tempat yang seru untuk menciptakan rasa bahagia sehingga bisa mengurangi stres.

Kurang tidur

Apabila selama ini sering tidur hingga larut malam, mulai sekarang tinggalkan. Orang yang kurang tidur memiliki resiko terserang penyakit jantung lebih besar ketimbang mereka yang memiliki waktu tidur cukup yakni 7 hingga 8 jam setiap harinya. Mengapa? Tidak lain karena kurang tidur bisa memicu kenaikan tekanan darah dan juga obesitas yang seperti diketahui kalau keduanya merupakan faktor penyebab penyakit jantung. Minimalkan penerangan kamar tidur, maksimalkan sirkulasi udara, jauhkan dari bunyi-bunyian, dan tak lupa menghindari minum kafein agar mata cepat terlelap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright Panduan Memilih Rumah Sakit yang Tepat 2017